Selasa, 04 Mei 2010

HUB PADA TOPOLOGI JARINGAN

HUB PADA TOPOLOGI JARINGAN


Secara sederhana, hub adalah perangkat penghubung. Pada jaringan bertopologi star, hub adalah perangkat dengan banyak port yang memungkinkan beberapa node (dalam hal ini komputer yang sudah memasang NIC) bergabung menjadi satu jaringan. Pada jaringan sederhana, salah satu port pada hub terhubung ke komputer server. Bisa juga hub tak langsung terhubung ke server tetapi juga ke hub lain, ini terutama terjadi pada jaringan yang cukup besar. Hub memiliki 4 - 24 port plus 1 port untuk ke server atau hub lain. Sebagian hub -- terutama dari generasi yang lebih baru -- bisa ditumpuk (stackable) untuk mendukung jumlah port yang lebih banyak. Jumlah tumpukan maksimal bergantung dari merek hub, rata-rata mencapai 5 - 8. Hub yang bisa ditumpuk biasanya pada bagian belakangnya terdapat 2 port untuk menghubungkan antar hub.

Dari sisi pengelolaan ada dua jenis hub, yaitu manageable hub dan unmanageable hub. Manageable hub adalah hub yang bisa dikelola melalui software – sedangkan unmanageable hub tak bisa. Satu hal yang perlu diingat, hub hanya memungkinkan pengguna untuk berbagi (share) jalur yang sama. Kumpulan hub yang membentuk jaringan hub disebut sebagai "shared Ethernet." Pada jaringan terbagi seperti itu, setiap anggota hanya akan mendapatkan persentase tertentu dari bandwidth jaringan yang ada. Misalkan jaringan yang digunakan adalah Ethernet 10Mbps dan pada jaringan tersebut tersambung 10 komputer, maka secara kasar jika semua computer secara bersama mengirimkan data, bandwidth rata-rata yang bisa digunakan oleh
masing-masing anggota jaringan tersebut hanyalah 1Mbps.

Pada jaringan bertopologi bus, ada juga perangkat sejenis hub namanya repeater. Sesuai namanya, repeater bekerja memperkuat sinyal agar data bisa mencapai jarak yang lebih jauh.

Network Interface Card (NIC)


Network Interface Card (NIC)


NIC berfungsi sebagai sarana penghubung antara kabel dengan workstation/server. NIC memiliki nama lain LAN adapter, LAN card, network board, dll. NIC dibedakan menurut arsitektur jaringan yang didukungnya. Hal ini diimplementasikan pada chip IC di boardnya. Sebuah NIC dapat mendukung arsitektur ethernet atau Toiken Ring atau FDDI atau kombinasinya. Arsitektur jaringan yang didukung suatu NIC menentukan batasan-batasan yang dimiliki card itu. Salah satu batasannya adalah jenis kabel yang dapat didukung NIC. Contohnya: NIC ethernet mungkin hanya memiliki konektor BNC atau RJ-45.

NIC dapat dibedakan menurut kategori-kategori berikut :
  • Lebar data bus. Dewasa ini NIC kebanyakan memiliki lebar data bus sebesar 32 bit. Pada tipe yang lebih lama NIC menggunakan 16 bit data bus.
  • Kecepatan NIC. Seperti operasi-operasi lain pada komputer, kecepatan transfer data sangat bergantung pada kecepatan sinyal clock komputer.
  • Dukungan terhadap boot ROM. Kebanyakan NIC memiliki soket untuk sebuah boot ROM. Jika chip boot ROM dipasang, komputer akan membaca rutin boot dari chip tersebut dan bukannya dari boot disk. Chip ini digunakan pada diskless workstation; yang memungkinkan user mengakses file dan resource jaringan tetapi tidak bisa mengambil file dari network ataupun mengcopy file ke network, karena workstation tidak memiliki floppy atau harddisk.
  • NIC dipasang pada slot ekspansi yang ada pada komputer (ISA atau PCI pada PC). Jika dipasang, NIC memerlukan I/O address dan IRQ, juga kadang DMA channel.

Hewan Amfibia atau Amfibi (Amphibia)

Amfibia atau amfibi (Amphibia), umumnya didefinisikan sebagai hewan bertulang belakang (vertebrata) yang hidup di dua alam; yakni di air dan di daratan. Amfibia bertelur di air, atau menyimpan telurnya di tempat yang lembab dan basah. Ketika menetas, larvanya yang dinamai berudu hidup di air atau tempat basah tersebut dan bernapas dengan insang. Setelah beberapa lama, berudu kemudian berubah bentuk (bermetamorfosa) menjadi hewan dewasa, yang umumnya hidup di daratan atau di tempat-tempat yang lebih kering dan bernapas dengan paru-paru.
Amfibia mempunyai ciri-ciri:
• tubuh diselubungi kulit yang berlendir
• merupakan hewan berdarah dingin (poikiloterm)
• mempunyai jantung yang terdiri dari tiga ruangan yaitu dua serambi dan satu bilik
• mempunyai dua pasang kaki dan pada setiap kakinya terdapat selaput renang yang terdapat di antara         jari-jari kakinya dan kakinya berfungsi untuk melompat dan berenang
• matanya mempunyai selaput tambahan yang disebut membrana niktitans yang sangat berfungsi waktu menyelam
• pernapasan pada saat masih kecebong berupa insang, setelah dewasa alat pernapasannya berupa paru-paru dan kulit dan hidungnya mempunyai katup yang mencegah air masuk ke dalam rongga mulut ketika menyelam
• berkembang biak dengan cara melepaskan telurnya dan dibuahi oleh yang jantan di luar tubuh induknya (pembuahan eksternal).

Sabtu, 24 April 2010

MAJAS PENEGASAN


MAJAS PENEGASAN

Majas adalah bahasa kias yang dipergunakan untuk menimbulkan kesan imajinatif atau menciptakan efek-efek tertentu bagi pembaca ataupendengarnya.

Majas penegasan terdiri atas tujuh bentuk berikut.
1) Pleonasme
Pleonasme adalah majas yang menggunakan kata-kata secara
berlebihan dengan maksud menegaskan arti suatu kata.
Contoh:
a) Semua siswa yang di atas agar segera turun ke bawah.
b) Mereka mendongak ke atas menyaksikan pertunjukan pesawat
tempur.
2) Repetisi
Repetisi adalah majas perulangan kata-kata sebagai penegasan.
Contoh:
a) Dialah yang kutunggu, dialah yang kunanti, dialah yang
kuharap.
b) Marilah kita sambut pahlawan kita, marilah kita sambut idola
kita, marilah kita sambut putra bangsa.
3) Paralelisme
Paralelisme adalah majas perulangan yang biasanya ada di dalam
puisi.
Contoh:
Cinta adalah pengertian
Cinta adalah kesetiaan
Cinta adalah rela berkorban
 4) Tautologi
Tautologi adalah majas penegasan dengan mengulang beberapa kali
sebuah kata dalam sebuah kalimat dengan maksud menegaskan.
Kadang pengulangan itu menggunakan kata bersinonim.
Contoh:
a) Bukan, bukan, bukan itu maksudku. Aku hanya ingin bertukar
pikiran saja.
b) Seharusnya sebagai sahabat kita hidup rukun, akur, dan
bersaudara.
5) Klimaks
Klimaks adalah majas yang menyatakan beberapa hal berturutturut
dan makin lama makin meningkat.
Contoh:
a) Semua orang dari anak-anak, remaja, hingga orang tua ikut antri
minyak.
b) Ketua Rt, Rw, kepala desa, gubernur, bahkan presiden sekalipun
tak berhak mencampuri urusan pribadi seseorang.
6) Antiklimaks
Antiklimaks adalah majas yang menyatakan beberapa hal berturutturut
yang makin lama menurun.
a) Kepala sekolah, guru, dan siswa juga hadir dalam acara syukuran
itu.
b) Di kota dan desa hingga pelosok kampung semua orang merayakan
HUT RI ke -62.
7) Retorik
Retorik adalah majas yang berupa kalimat tanya namun tak
memerlukan jawaban. Tujuannya memberikan penegasan, sindiran,
atau menggugah.
Contoh:
a) Kata siapa cita-cita bisa didapat cukup dengan sekolah formal
saja?
 b) Apakah ini orang yang selama ini kamu bangga-banggakan ?
d. Majas Pertentangan
Majas pertentangan terdiri atas empat bentuk berikut.
1) Antitesis
Antitesis adalah majas yang mempergunakan pasangan kata yang
berlawanan artinya.
Contoh:
a) Tua muda, besar kecil, ikut meramaikan festival itu.
b) Miskin kaya, cantik buruk sama saja di mata Tuhan.


2) Paradoks
Paradoks adalah majas yang mengandung pertentangan antara
pernyataan dan fakta yang ada.
Contoh;
a) Aku merasa sendirian di tengah kota Jakarta yang ramai ini.
b) Hatiku merintih di tengah hingar bingar pesta yang sedang
berlangsung ini.

3) Hiperbola
Majas hiperbola adalah majas yang berupa pernyataan berlebihan
dari kenyataannya dengan maksud memberikan kesan mendalam
atau meminta perhatian.
Contoh:
a) Suaranya menggelegar membelah angkasa.
b) Tubuhnya tinggal kulit pembalut tulang.
4) Litotes
Litotes adalah majas yang menyatakan sesuatu dengan cara
yang berlawanan dari kenyataannya dengan mengecilkan atau
menguranginya. Tujuannya untuk merendahkan diri.
Contoh:
a) Makanlah seadanya hanya dengan nasi dan air putih saja.
b) Mengapa kamu bertanya pada orang yang bodoh seperti saya
ini?


Sabtu, 17 April 2010

MAJAS SINDIRAN


Majaadalah bahasa kias yang dipergunakan untuk menimbulkan

kesan imajinatif atau menciptakan efek-efek tertentu bagi pembaca atau
pendengarnya. Majas terdiri atas: a). Majas Perbandingan; b). Majas
pertentangan; c). Majas sindiran; d). Majas penegasan.

Majas Sindiran
Majas sindiran terdiri atas ironi, sinisme, dan sarkasme.
 1) Ironi
Ironi adalah majas yang menyatakan hal yang bertentangan dengan maksud menyindir.
Contoh:


a) Ini baru siswa teladan, setiap hari pulang malam.
b) Bagus sekali tulisanmu sampai tidak dapat dibaca.

2) Sinisme
Sinisme adalah majas yang menyatakan sindiran secara langsung.
Contoh :
a) Perkataanmu tadi sangat menyebalkan, tidak pantas diucapkan
oleh orang terpelajar sepertimu.
b) Lama-lama aku bisa jadi gila melihat tingkah lakumu itu.

3) sarkasme
Sarkasme adalah majas sindiran yang paling kasar. Majas ini
biasanya diucapkan oleh orang yang sedang marah.
Contoh:
a) Mau muntah aku melihat wajahmu, pergi kamu!
b) Dasar kerbau dungu, kerja begini saja tidak becus!

Kamis, 15 April 2010

MAJAS PERBANDINGAN

Majas adalah bahasa kias yang dipergunakan untuk menimbulkan
kesan imajinatif atau menciptakan efek-efek tertentu bagi pembaca atau
pendengarnya. Majas terdiri atas: a). Majas Perbandingan; b). Majas
pertentangan; c). Majas sindiran; d). Majas penegasan.

a. Majas perbandingan
Majas perbandingan terdiri atas tujuh bentuk berikut:
1) Asosiasi atau Perumpamaan
Majas asosiasi atau perumpamaan adalah perbandingan dua hal
yang pada hakikatnya berbeda, tetapi sengaja dianggap sama.
Majas ini ditandai oleh penggunaan kata bagai, bagaikan, seumpama,
seperti, dan laksana.
Contoh :
a) Semangatnya keras bagaikan baja.
b) Mukanya pucat bagai mayat.
2) Metafora
Majas metafora adalah majas perbandingan yang diungkapkan
secara singkat dan padat.
Contoh :
a) Dia dianggap anak emas majikannya.
b) Perpustakaan adalah gudang ilmu.
3) Personifikasi
Personifikasi adalah majas yang membandingkan benda-benda tak
bernyawa seolah-olah mempunyai sifat seperti manusia.
Contoh:
a) Badai mengamuk dan merobohkan rumah penduduk.
b) Ombak berkejar-kejaran ke tepi pantai.
4) Alegori
Alegori adalah majas perbandingan yang bertautan satu dan yang
lainnya dalam kesatuan yang utuh. Alegori biasanya berbentuk
cerita yang penuh dengan simbol-simbol bermuatan moral.
Contoh:
Cerita Kancil dengan Buaya dan Kancil dengan Burung Gagak.
5) Simbolik
Simbolik adalah majas yang melukiskan sesuatu dengan
mempergunakan benda-benda lain sebagai simbol atau lambang.
Contoh:
a) Bunglon, lambang orang yang tak berpendirian
b) Melati, lambang kesucian
c) Teratai, lambang pengabdian
6) Metonimia
Metonimia adalah majas yang menggunakan ciri atau lebel dari
sebuah benda untuk menggantikan benda tersebut.
Contoh:
a) Di kantongnya selalu terselib gudang garam. (maksudnya rokok
gudang garam)
b) Setiap pagi Ayah selalu menghirup kapal api. (maksudnya kopi
kapal api)


7) Sinekdokhe
Sinekdokhe adalah majas yang menyebutkan bagian untuk
menggantikan benda secara keseluruhan atau sebaliknya. Majas
sinekdokhe terdiri atas dua bentuk berikut.
a) Pars pro toto, yaitu menyebutkan sebagian untuk
keseluruhan.
Contoh:
(a) Hingga detik ini ia belum kelihatan batang hidungnya.
(b) Per kepala mendapat Rp. 300.000.
b) Totem pro parte, yaitu menyebutkan keseluruhan untuk
sebagian.
Contoh:
(a) Dalam pertandingan final bulu tangkis Rt.03 melawan Rt. 07.
(b) Indonesia akan memilih idolanya malam nanti.

Senin, 12 April 2010

Cursor pada pemrograman PL/SQL

Cursor adalah suatu variable dalam blok PL/SQL yang tidak mengijinkan seorang programer membuat query yang menghasilkan lebih dari satu baris untuk ditampung di dalam nya. Cursor ada 2 macam yaitu : 

a.       Cursor Eksplisit : Cursor yang harus dideklarasikan terlebih dahulu sebelum digunakan, sedangkan
b.      Cursor Implisit : Cursor yang tidak perlu dideklarasikan dulu pada declare section. contoh cursor implisit diasosiasikan dengan perintah SELECT, INSERT, DELETE, dan UPDATE.
Contoh program : 
           a.       Cursor Eksplisit
DECLARE
CURSOR c_nama IS
SELECT nama_petugas FROM pegawai ORDER BY nama_petugas ASC;
v_nama PETUGAS.nama_petugas%TYPE;
BEGIN
FOR X IN c_nama
LOOP
DBMS_OUTPUT.PUT_LINE (c_nama%ROWCOUNT ||'Daftar Nama Petugas : ' || x.nama_petugas);
END LOOP;
END; 
b.      Cursor Implisit
DECLARE
id VARCHAR2(10);
 vnama_petugas PETUGAS.nama_petugas%TYPE;
BEGIN
id := 'PG-010'; //assigment value
SELECT nama_petugas INTO vnama_petugas FROM PETUGAS WHERE id_petugas = id;
IF SQL%NOTFOUND THEN
DBMS_OUTPUT.PUT_LINE('Data ditemukan');
ELSE
DBMS_OUTPUT.PUT_LINE ('Nama petugas dengan id : ' || id || 'adalah ' || vnama_petugas);
END IF;
END;